03447 2200325 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059100005200098245009800150260007000248300004200318650012200360650009600482650009100578650011600669650013700785650015700922650013801079650013901217650012201356520146501478600011802943022001403061082001003075084001603085990001003101990001003111INLIS00000000000320720260730034216 a0010-0726000006ta260730 | | | 0 aBalai Penelitian Dan Pengembangan Agama Jakarta1 aPenamas :bJournal Of Religion And Society /cBalai Penelitian Dan Pengembangan Agama Jakarta aJakarta :bBalai Penelitian Dan Pengembangan Agama Jakarta,c2025 aiv, 275 hlm :bilus ;c20,9 * 29,1 cm 4aTHE LIVING QUR'AN IN MARITIME CULTURE:SYMBOLISM, RITUAL, AND ECOLOGICALSPIRITUALITY IN THE TASELABOATMAKING TRADITION 4aLOCAL INDONESIAN TRADITIONS AND THE ENHANCEMENT OF SOCIAL SPIRITUALITY IN RURAL COMMUNITIES 4aCULTURAL AND RELIGIOUS ACCULTURATION IN THE RAMBU SOLO' CEREMONY MUSLIM IN TANA TORAJA 4aKHANDURI WEU IN THE CONTEXT OF CULTURAL TRADITION AND ISLAMIC LAW IN THE VILLAGE OF LAMPANAH LEUNGAH ACEH BESAR 4aTHE CONCEPT OF ETHICS: RESPONSIBILITY OF THE MANGGARAI PEOPLE IN THE OKE DARA TA'A RITUAL ACCORDING TO EMMANUEL LEVINAS' PERSPECTIVE 4aINTERACTION OF RELIGION AND LOCAL CULTURE IN SYMBOLIC COMMUNICATION OF AGRICULTURAL RUWAT FOR STRENGTHENING INDIGENOUS AUTHORITY ACROSS JAVANESE ETHNICS 4aIDENTITY AND LOCAL RELIGIOUS TRADITION OF THE AL-MANDARI COMMUNITY: A STUDY OF TAREKAT THE ANNANGGURU SAYYE' DAENGNA MA'RUFI AL-MANDA 4aSYMBOLIC COMMUNICATION IN THE BETTULAK RITUAL: HARMONY BETWEEN LOCAL BELIEFS AND EPIDEMIC PREVENTION STRATEGIES IN LENDANG ARA VILLAGE 4aEXPLORING THE CONTRIBUTION OF FAITH-BASED ORGANISATIONS TO THE RESILIENCE OF MIGRANT FAMILIES IN INDONESIA AND TAIWAN aPenelitian ini mengkaji ritual Nurunkeun Jampanan dan tradisi pembuatan perahu Tasela di Desa Cikawung-Ading, Tasikmalaya, sebagai manifestasi living qur'an dalam budaya maritim Indonesia. Kajian ini menelusuri bagaimana ajaran-ajaran Al-Qur'an diwujudkan dalam ritual lokal dan praktik kolektif yang menopang harmoni spiritual dan ekologis masyarakat pesisir. Dengan menggunakan metode kualitatif etnografis melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi, penelitian ini mengungkap tiga dimensi utama: (1) pembacaan Surah al-Fatihah dan al-Ikhlas sebagai ekspresi tauhid dan devosi komunal; (2) pembatasan produksi lima perahu setiap tahun yang melambangkan konsep Al-Qur'an tentang mizan (keseimbangan) dan moderasi; serta (3) fungsi sosial ritual dalam memperkuat solidaritas dan kesadaran ekologis. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an diaktualisasikan melalui ekspresi budaya yang hidup, yang memadukan spiritualitas, etika sosial, dan tanggung jawab ekologis. Penelitian ini berkontribusi pada bidang antropologi Al-Qur'an dan ekologi Islam dengan memperlihatkan bagaimana teks suci dihidupi dan ditafsirkan dalam konteks kemaritiman. Secara praktis, studi ini mengusulkan pengakuan Nurunkeun Jampanan sebagai warisan budaya takbenda bernilai religius-ekologis serta integrasi etika ekologi Qur'ani dalam pendidikan pesisir, sehingga menjembatani studi Al-Qur'an, antropologi, dan etika lingkungan dalam Islam pesisir Indonesia. 4aISLAMIC EDUCATIONAL VALUES IN THE KATOBA TRADITION: AN ISLAMIC INITIATION RITE FOR CHILDREN IN THE MUNA COMMUNITY a0215-7829 a2(73) a2(73) BAL p aMD034 aMD035