02801 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100100002300122245013000145250002000275260004000295300003700335650004900372700002100421700002600442700002000468700001200488520199900500651006002499INLIS00000000000320420260707034705 a0010-0726000003ta260707 g 0 ind  a978-623-8026-15-91 aRudy Harisyah Alam1 aDinamika Ekstremisme Kekerasan di Indonesia :bStudi Kasus di Provinsi Lampung , Banten, dan Jawa Barat /cRudy Harisyah Alam aCetakan Pertama aJakarta :bArti Bumi Intaran,c2022 a118 halaman :b- ;c14,5 x 21 cm 4aDinamika Ekstremisasi Kekerasan di Indonesia0 aNovi Dwi Nugroho0 aSapto Priyanto Ismail0 aFikriya Malihah0 aMarpuah aSerangan teror yang dilakukan kelompok-kelompok ekstrem kekerasan terus menjadi ancaman bagi keamanan Indonesia. Meski tidak terlihat di permukaan, kelompok-kelompok ekstremis kekerasan itu terus melakukan konsolidasi dan persiapan untuk dapat melancarkan serangan teror pada momen yang tepat. Keberadaan kelompok ekstremisasi kekerasan dan individu-individu yang terafiliasi dengannya terlihat masih kokoh, yang dibuktikan dengan terus terjadinya penangkapan terduga teroris di berbagai tempat di Indonesia oleh aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI (Densus 88 AT Polri) Buku ini menyajikan sebagian temuan penelitian mengenai Dinamika Ekstremisasi Kekerasan di Indonesia yang dilaksanakan tim peneliti Balai Litbang Agama Jakarta pada awal 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi mutakhir keberadaan kelompok-kelompok estremisasi kekerasan, khususnya yang mengarah pada terorisme , kemudian dinamika kelompok tersebut dari segi pemikiran , aksi, dan organisasi, serta faktor-faktor penting yang memengaruhi dinamika tersebut. Studi kasus dilakukan di tiga provinsi yang memiliki risiko tinggi dalam perkembangan kelompok-kelompok ekstremisasi kekerasan, yaitu; Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Di antara temuan penting riset ini adalah; dari segi organisasi, kelompok ekstremisasi kekerasan mengalami perubahan dari bemtuk organisasi terstruktur ke kelompok-kelompok kecil yang mandiri; dari segi pemikiran, meski pokok-pokok doktrin keagamaan yang digunakan relatif sama, namun segi ini mengalami pendalaman radikalisasi dari segi penasfsiran ; dan yang terakhir dari segi aksi, serangan yang dilancarkan kelompok ekstremisasi kekerasan yang mengarah pada terorisme mengalami perubahan dari serangan yang bersifat selektif, baik dari segi metode, sasaran, maupun dampak yang hendak ditimbulkan, menjadi serangan yang dilakukan dengan metode dan target serampangan, dengan dampak kekerasan secara umum relatif lebih rendah dari model serangan terdahulu. 4aStudi Kasus di Provinsi Lampung, Banten, dan Jawa Barat