01618 2200217 4500001002100000005001500021007000300036008004100039020002800080035002000108082001100128084001800139100002500157245008300182250000600265260003800271300002900309520103100338650001501369990001601384INLIS00000000000318320260423030854ta260423 g 0 ind  aISBN 978-979 -582-373-5 a0010-0426000008 a633.18 a633.18 SUL c1 aSulaiman, Andi Amran1 aCetak Sawah :bJaminan Swasembada Pangan Jangka Panjang /cAndi Amran Sulaiman a- aJakarta :bPertanian Press,c2025 a121 Hlm :bIlus ;c21 cm aSalah satu inovasi yang diperlukan adalah melalui perluasan lahan. Perluasan lahan pertanian utamanya sawah adalah solusi fundamental yang konkret dan operasional karena mampu menggerakkan perekonomian secara masif. Selain itu, juga akan menggerakkan sektor produksi, pengolahan, pemasaran dan jasa dari hulu, on farm dan hilir. Akan tetapi, tantangan yang harus dihadapi memang tidak mudah, lahan subur untuk perluasan sawah baru sudah tidak tersedia. Saat ini lahan yang tersedia didominasi oleh lahan rawa sulfat masam, jaraknya jauh di pedalaman dengan infrastruktur sangat terbatas. Di sisi lain, sawah existing subur dan beririgasi teknis yang dibangun pada awal pemerintahan orde baru lebih banyak mengalami alih fungsi lahan. Sementara pilihan lahan yang tersedia hanya lahan marginal, bahkan pada tahun 1980-an lahan tersebut dikategorikan lahan yang tidak sesuai (unsuitable). Tanah tersebut adalah bagian dari lahan rawa yang tersebar luas di Indonesia, yaitu lahan rawa sulfat masam. 4aPersawahan a00000002914